PT. GEMA NADA PERTIWI  
Good Music & Best Quality
Home Tentang Kami New Release Cara Pemesanan Artikel Artis
 
 
Agenda Artis GNP
Login Member
 
Katalog Produk
 
Tanya Kami
 
Halaman ini telah dibuka:
1.185.247 kali
 
  Dapatkan lagu-lagu produksi GNP di :
Anda Belum Login  
 
GNP NEWS
Untitled Document

Festival Solo Keroncong

 
Tanggal 29-30 September 2011 diadakan Solo Keroncong Festival di kawasan Ngarsopuro, yang dilanjutkan dengan lomba cipta lagu keroncong pada tanggal 1 Oktober 2011 yang bertepatan dengan hari ulang tahun almarhum Bapak Gesang.
 
Ternyata minat penggemar keroncong untuk menyaksikan SKF 2011 sangat besar, untunglah acara ini diadakan di outdoor dan dilengkapi dengan dua layar lebar oleh TATV yang juga menyiarkan acara ini, sehingga penonton yang tidak dapat kursi masih dapat tertampung dan menyaksikan pertunjukan dari sisi-sisi panggung. Penonton yang datang ternyata bukan hanya warga Solo tetapi juga dari kota-kota lain di sekitar Solo.
 
Acara hari kedua diawali dengan beberapa orkes dan penyanyi keroncong remaja. Sungguh menggembirakan bahwa anak-anak usia sekolah mampu dan mau memainkan musik keroncong, walau kualitas permainan dan teknik vokal mereka masih belum matang , namun minat dan potensi mereka merupakan titik cerah untuk perkembangan musik keroncong Indonesia di masa depan.
 
 
Acara kemudian dilanjutkan dengan persembahan keroncong orkestra dari ISI Yogyakarta di bawah pimpinan Imoeng Cr, instrumental saxophone, orkes keroncong dari Singapura dan Sumatera Selatan , serta penyanyi Indah Laras. Ada juga penampilan serta seorang penyanyi wanita Jepang yang dengan fasih membawakan lagu Bengawan Solo dan Ngalamuning Ati. Beliau fasih berbahasa Jawa karena telah cukup lama menetap di Jawa Tengah.
 
 
Yang menjadi daya pikat tersendiri pada pertunjukan hari itu adalah duet antara legenda keroncong, Waldjinah, dengan Hudson . Penampilan yang dinamis dan prima dari keduanya dalam membawakan lagu Gethuk sangat menghibur seluruh penonton yang menyaksikan acara ini.
 
Setelah itu tampil juga Anastasia Astuti yang dengan prima membawakan 3 buah lagu yang menghangatkan suasana dengan mengajak penonton untuk ikut bernyanyi, dilanjutkan dengan grup musik Harmoni dari Bandung yang memadukan lagu daerah dengan alat musik tradisional Chinese, lalu disusul dengan orkes keroncong dari Malaysia , dan ditutup oleh orkes keroncong dari Solo dan Semarang .
 
Keesokan darinya diadakan pula lomba cipta lagu keroncong dengan 12 orang finalis. Tampil sebagai pemenang pertama adalah Jayeng Katon dengan lagu Keroncong Juwita Mestika Buana.
 
Rangkaian acara hasil kerja keras HAMKRI Solo dengan dukungan penuh Pemkot Solo ini benar-benar menjadi pemuas dahaga bagi para pencinta musik keroncong. Para penonton juga ramai mengunjungi dan membeli album-album keroncong di stand Gema Nada Pertiwi
 
 
Pada tanggal 1 Oktober yang bertepatan dengan hari ulang tahun almarhum Bapak Gesang, rombongan GNP melakukan ziarah ke makam beliau dan juga mengunjungi Bapak Thoyib (adik beliau dari lain ibu) yang ditunjuk menjadi ahli waris oleh alm Bapak Gesang.
 
 
Setelah itu GNP juga mengunjungi rumah Ibu Waldjinah untuk memberikan kenang-kenangan dari Gema Nada Pertiwi berkaitan dengan peluncuran album "Waldjinah - The Legend". Album ini merupakan apresiasi Gema Nada Pertiwi atas dedikasi dan prestasi Mbak Waldjinah dalam mengembangkan musik keroncong dan langgam Jawa. Album ini berisikan lagu-lagu seperti Walang Kekek, Bengawan Solo, Suwe Ora Jamu, Dongengan, Jangkrik Genggong, dan Andheng-Andheng dengan iringan musik dari musisi Indonesia dan mancanegara.
 
» Solo Festival Keroncong
 
» Kunjungan para pecinta Gesang dari Jepang
 

» Shooting Album Mus Mulyadi vol. 3

 
» Penyerahan Royalty untuk karya Gesang, Kusbini, WR. Supratman
 
» Shooting Keroncong Mus Mulyadi dan Kunjungan Delegasi Guangxi
 
» Audisi Album Taman Kanak-Kanak Vol.4
 
» Kunjungan Bapak KRT. Hendarmin Susilo ke rumah almarhum R. Maladi
 
» Counter GNP @ Gramedia MOI
 
» Laporan Kabar Pak Gesang
 
» Melestarikan Keroncong dari Tempat Mewah
 
» Kunjungan CCTV4 untuk meliput kebudayaan
 
Berita lainnya ......